7 Jenis Mental yang Wajib Kamu Tempa Jika Bermimpi Sukses di Bidang Usaha

Deocardi.com – Belum lama ini, Indonesia dikejutkan dengan meninggalnya salah satu pengusaha sukses, sekaligus pengusaha paling nyentrik yang pernah ada. Bob Sadino mungkin adalah satu-satunya pebisnis di Indonesia – atau bahkan di dunia – yang sama sekali jarang memakai dasi, jas, dan sepatu pantofel. Beliau justru lebih gemar memakai celana pendek kemanapun beliau pergi. Bahkan ketika diundang ke Istana Presiden, Om Bob dengan santainya menggunakan celana pendek, yang alhasil membuatnya dimarahi dan “diusir” dari Istana oleh Paspampres, dan beliau disuruh untuk mengganti celananya dengan celana panjang. Namun, alih-alih mengganti pakaiannya, Om Bob malah enggan kembali ke Istana Presiden.

Ia tak merasa harus selalu menuruti kebiasaan umum yang berlaku di masyarakat, apalagi jika hanya demi memuaskan segelintir orang. Bisa dibilang, watak pemberaninya inilah yang menjadi salah satu kunci kesuksesannya di dunia wiraswasta. Terbukti dari awal mula usahanya yang hanya berjualan telur, Om Bob dapat mengembangkan sayap ke bidang pertanian organik hingga pabrik pengolahan daging. Tak sampai disitu, Om Bob pun membangun Kem Chicks, supermarket yang awalnya menyasar kaum ekspat.

Nah, selain watak yang berani tampil beda, mental apa lagi yang harus dipersiapkan mereka yang ingin berhasil merintis usaha?

 

1. Kejutan-kejutan yang belum tentu menguntungkan akan selalu kamu temui di dunia ini. Keyakinan dan tekad yang kuat dibutuhkan untuk bertahan di dalamnya. 

Seseorang harus selalu bermental baja

Merintis usaha selalu membutuhkan modal. Bukan hanya modal material, namun juga emosional. Dunia bisnis memang bukan untuk mereka yang mudah gentar; berbagai kejutan yang belum tentu menguntungkanmu bisa datang sewaktu-waktu.

Kejutan-kejutan apa saja itu? Yang pertama bisa datang dari keluarga sendiri, yang belum tentu memberikan lampu hijau pada ide-ide bisnis yang kamu miliki. Selanjutnya bisa jadi rekan usaha yang tiba-tiba mengundurkan diri, pemerintah kota yang berbelit-belit dalam menerbitkan surat izin usaha, pengajuan kredit yang ditolak oleh bank, sampai copycat-copycat yang tak pelak akan bermunculan ketika bisnismu mulai menyicip kesuksesan.

Mental yang manja tak akan bisa membawamu mengatasi situasi ketika kamu disuguhi kejutan-kejutan di atas. Simak saja kisah mengenai Thomas Alva Edison. Beliau adalah seorang inovator, penemu, serta salah satu pebisnis sukses yang pernah hidup di abad ke-20. Ia harus melalui ribuan kegagalan sebelum akhirnya dia berhasil menciptakan bola lampu pijar pertama di dunia. Pada akhirnya, apalagi selain kegigihan dan mental baja yang membuat Edison sukses mengantongi 1,093 hak paten?

 

 

2. Seorang pengusaha mesti jeli melihat peluang. Bahkan hobi sehari-hari bisa disulap jadi sumber penghasilan yang mapan.

Hobi tak boleh hanya jadi sekadar hobi

Pengusaha harus siap bermain dengan kreativitasnya. Sebuah bisnis bisa berkembang dari apa saja, termasuk hobi atau renjana yang kamu punya.

Contohnya adalah hobi soal kopi. Jika kamu suka banget sama kopi, biasa menghabiskan waktu di tempat-tempat yang menawarkan kopi terbaik di kotamu, bahkan mengoleksi bertoples-toples bubuk kopi di lemari rumahmu, nggak ada salahnya kamu mencoba untuk merintis sebuah kedai kopi dengan teman-teman yang berhobi serupa. Dengan begini, kamu tidak perlu merintis bisnis dari nol karena sudah punya pengetahuan yang mendalam tentang produk yang kamu tawarkan. Bonusnya? Kamu bisa mendapatkan penghasilan dari melakukan hal yang kamu cintai!

 

 

3. Mulailah selalu dengan rencana setengah matang. Perfeksionisme hanya akan mengantarkanmu pada perencanaan berlebihan yang minim tindakan.

Seringkali, bisa bekerja kapan saja itu berarti harus bekerja kapan saja.

Mengapa Hipwee bilang rencana setengah matang? Karena sebagian rencana lagi baru bisa kamu kembangkan ketika bisnismu benar-benar sudah dibuka. Rencana-rencana itu akan dikembangkan sesuai dengan berbagai macam persoalan yang kamu temui di jalan. Kamu akan tahu kekurangan bisnismu, apa yang wajib kamu benahi, apa yang perlu kamu maksimalkan, dan bagaimana kamu harus memperbaiki strategi pemasaran.

Apa maksud rencana setengah matang di sini? Contohnya, jika kamu ingin membuka bisnis warnet, hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah survei lokasi, menentukan spesifikasi komputer yang akan kamu pakai, dan berapa banyak komputer yang akan kamu beli. Plus survey harga komputer juga perlu. Kemudian kamu perlu menghitung berapa uang yang dibutuhkan, serta dalam berapa bulan kira-kira bisnismu bisa balik modal? Nah, itu dulu saja cukup. Kamu tidak perlu memikirkan hal-hal lain seperti seragam karyawan, desain interior, apalagi jasa vallet untuk warnetmu! Toh kamu hanya ingin membuka warnet, bukannya ingin membuka hotel.

 

 

4. Di tengah jalan, kamu bisa saja dipaksa melakukan perombakan besar-besaran. Jadi, jangan pernah takut pada perubahan. 

Steve Jobs dan Macbook, salah satu produk buatannya

Oke, bisnismu sudah resmi dibuka. Kamu udah bisa sedikit demi sedikit mendapatkan keuntungan. Kamu udah punya banyak pelanggan, kamu udah merekrut beberapa orang karyawan. Namun, apakah kamu akan berhenti sampai disitu? Kenyataannya, keadaan pasar dan konsumen terus berubah. Dan kamu dituntut untuk mengikuti perubahan tersebut, jadi kamu harus selalu jeli dan harus berusaha untuk meningkatkan kemampuanmu.

Apple memang merupakan perusahaan yang dari awal kemunculannya sudah membuat banyak inovasi. Namun tahukah kamu bahwa tak semua inovasi yang ingin diciptakan oleh Jobs bisa berjalan mulus? Ia bahkan sempat dipecat dari perusahaan yang didirikannya sendiri karena ia ingin menciptakan Macintosh, sebuah komputer jinjing yang praktis, yang sudah satu paket dengan sistem operasinya. Ide ini ternyata ditentang oleh para petinggi Apple karena biaya pengembangan produk tersebut memerlukan uang yang tidak sedikit. Dampaknya, Jobs pun dikeluarkan dari Apple. Namun, ketika Steve Jobs kembali ke Apple, ia menciptakan banyak inovasi lain seperti iPod yang merupakan pemutar musik paling cool di abad ini.

 

 

5. Tak boleh ada justifikasi untuk berpuas diri. Dunia usaha tak mengenal batas maksimal dalam kesuksesan. Karena memang jalanmu masih panjang

Ketika kamu merasa sudah cukup sukses, sebenarnya jalanmu masih panjang

Sudah banyak bukti di luar sana yang menunjukkan bahwa orang yang sombong dan cepat berpuas diri akhirnya jatuh dalam jurang keterpurukan. Al Dunlap sempat sudah merasa tinggi karena mampu duduk sebagai CEO Scott Paper, sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk berbahan kertas yang telah beroperasi selama lebih dari 20 tahun. Bahkan ia sampai menulis buku tentang dirinya sendiri yang berjudul Mean Business. Namun ternyata sikap jumawanya itu malah membuat Scott Paper terpuruk sehingga Dunlap harus menjual perusahaan itu ke Kimberly Clarks, sebuah perusahaan kecil yang yang lebih muda dari Scott Paper.

Oleh karena itu, usahakan untuk selalu menjadi mangga yang masih mentah. Karena mangga yang masih mentah akan terus berusaha untuk matang, dan menjadi lebih baik. Jika kamu memutuskan untuk menjadi mangga yang sudah matang dan tidak mau lagi mengembangkan diri, maka bersiap-siaplah untuk membusuk, dan akhirnya jatuh.

 

 

6. Bersyukurlah ketika kegagalan datang. Inilah ladang yang sebenarnya buatmu untuk belajar.

Syukur dan Sabar Ketika Menghadapi Masalah

Dengan bersyukur berarti kamu bisa ikhlas dalam menghadapi berbagai masalah. Kamu akan jadi lebih legawa, dan kamu akan memiliki ruang untuk dapat berpikir jernih. Bayangkan jika kamu terus-terusan berkutat pada masalah yang ada, bukannya solusi yang didapat, kamu justru bakal pusing dan stress. Hal ini justru akan memperparah kondisi usahamu. Tentu kamu tak akan mau bila hal itu terjadi.

 

 

7. Wajib hukumnya untuk berusaha. Namun jangan jemawa dan merasa bisa mencapai segalanya tanpa doa. 

Doa sebagai Bahan Bakar untuk Menjalankan Usahamu

Doa sama pentingnya dengan usaha. Karena jika kita meninggalkan salah satunya, maka usaha yang kita rintis tidak akan mencapai titik maksimal. Kalau digambarkan, usaha adalah mobil, doa adalah bahan bakarnya, dan kamu adalah pengemudinya yang akan membawa kemana arah tujuanmu.

Jadi di antara kegigihan usahamu setiap hari, jangan pernah lupa menyisipkan sebuah doa. Bukankah Tuhan adalah pendengar terbaik yang pernah ada?

 

Itulah hal-hal yang perlu dilakukan untuk kamu yang ingin memulai berwirausaha. Dan ketika akhirnya kamu meraih puncak dan berdiri di tangga paling atas, jangan lupa untuk tetap rendah diri. Tetap mengembangkan diri dan berbagi kepada sesama, karena segala kesuksesan yang telah kamu raih tidaklah berarti jika hanya dinikmati oleh kamu seorang. Tentunya hidup ini akan menjadi lebih indah jika kita dapat berbagi dengan orang-orang yang lebih membutuhkan. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain?

SEE :

Source: http://goo.gl/MgB37W