Personal Blog

Let`s Make Indonesia Great

Tag: Sukses

10 Poin Berharga dari Buku ‘Leading’ oleh Alex Ferguson dan Michael Moritz

Kepada teman-teman,

‘Leading’ merupakan panduan yang sangat baik untuk  kepemimpinan yang dimiliki Alex Ferguson, ditulis oleh Michael Moritz. Alex membagikan pelajaran yang relevan dengan para enterpreneur yang ingin membangun perusahaan abadi,
fergie_mu

1. Bangun fondasi dasar yang kuat. Ferguson membangun sebuah struktur jangka panjang untuk membentuk ulang para pemuda dan program perekrutan. Termasuk yang baru bergabung adalah Ryan Giggs dan David Beckham. Saya bisa memberi contoh yang serupa di mana beberapa pekerja penting di perusahaan teknologi kami adalah anak muda yang haus dengan kemenangan. 

2. Rekrut, latih dan promosikan para pemuda. Mereka akan setia, akan mendaki gunung untuk Anda, dan mereka akan banyak mengambil value Anda, ucap Ferguson, yang terkenal karena menemukan dan mengembangkan pemain ketika mereka masih muda.

3. Pacu sejak dini. Ketika Ferguson mengambil alih United pada 1980-an, klub tersebut biasa saja dan terdiri dari pemain dan budaya yang salah. Butuh waktu tahunan bagi Ferguson untuk mengubahnya sesuai value yang dia miliki. Dulu, dia bilang, dia harus mengubah banyak orang secepat mungkin. Ini cukup beersangkutan untuk perusahaan teknologi ketika merekrut orang yang salah dapat memberi dampak negatif pada pertumbuhan perusahaan. 

4. Dare to rebuild teams. Berani untuk Membentuk Ulang Tim. Dia mengumpulkan lima regu league-winning berbeda selama di club dan terus memenangkan semua tropi. “Dia tidak pernah benar-benar melihat saat ini, dia selalu melihat ke masa depan,” Ryan Giggs. Dunia tidak akan berhenti dan begitu juga Anda. “Di United kami membangun tim secara efektif selama siklus empat tahun,” kenang Ferguson.

5. Jadilah terlihat. Pemipin kerap merendahkan seberapa penting kehadiran mereka, kata Ferguson. Dia mengingat seorang pemain yang mengeluh tentang kehadirannya bahkan saat sesi latihan. Totalnya, dia bilang hanya melewatkan tiga dari 1500 latihan United selama masa jabatannya – rekor yang mencengangkan. 


6. Tetapkan standar yang tinggi – dan buat semua orang bertanggung jawab.Ferguson sangat semangat dengan keinginannya untuk menanamkan value dalam setiap pemainnya. Lebih dari memberi kemampuan teknikal, dia ingin menginspirasi mereka untuk terus menjadi lebih baik dan tidak pernah menyerah – dengan kata lain, untuk menjadikan mereka sebagai pemenang. 

7. Jangan Pernah Menyerahkan Kendali. “Anda tidak boleh kehilangan kendali – tidak ketika Anda berurusan dengan 30 top profesional yang semuanya jutawan,”

8. Tetap berpikiran jernih-dalam negosiasi. Ferguson: “Sulit untuk tetap berpikiran jernih selama negosiasi dan tidak terbawa emosi. Sangat mudah untuk terbawa suasana… jika kehilangan kendali dalam disiplin maka banyak konsekuensi yang bisa muncul. Tidak hanya mendorong peningkatan harga untuk transaksi tertentu, tapi juga berdampak pada hal lain. Dalam dunia sepakbola, sama seperti bisnis lain, hal ini berarti setiap orang mengharapkan Anda untuk membayar lebih.”

9. Fokus pada hal besar. Seperti kebanyakan orang yang memperhatikan United dari jauh, saya mengasumsikan Ferguson sangat tegas dengan setiap detail pada club. Belum tentu benar, hanya terlihat seperti itu, Ferguson bilang pemimpin butuh belajar untuk mendelegasikan dan mengelola melalui orang lain. Dan dia mengingat awal pembelajaran pada seberapa berharganya bagi Ferguson untuk mundur dari sesi latihan tiap harinya dan memperhatikan dari pinggir lapangan, di mana dia bisa melihat segalanya, daripada mengambil alih lapangan dan melatih mereka sendiri. Hal tersebut, yang menjadikan Ferguson seperti sekarang.

10. Memilih value daripada talent. Ferguson terkenal dengan mengembangkan atau memilih beberapa pemain sepakbola terbaik dalam sejarah, tetapi dia bilang: “Jika saya harus memilih antara seseorang yang memiliki talenta hebat tapi tidak bergairah, dan pemain lainnya yang cukup baik tapi bertekad kuat, saya akan selalu memilih yang kedua.”
Editor’s note : Artikel berasal dari newsletter Tan Ying Lan

Dare To Succeed on Halo Indonesia (DAAI TV)

Dare To Succeed is a God Center Marketplace Community for young enterpreneurs & professionals by Kingdom Business Community (KBC)

https://youtu.be/YIQUUGcHuoM

 

 

DAAI TV_430 DAAI TV_3842 DAAI TV_4634 DAAI TV_6330 DAAI TV_6656 DAAI TV_8692 DAAI TV_8737 dtsXdaaiitv dtsxdaaitv

 

Website : www.kingdombusiness.community
Instagram: @dts.kbc

 

Sukses Adalah Milik Mereka yang Mentalnya Sekuat Baja, Bukan Sekadar Mental “Tempe” Saja!

Kotagrosir.com – Tak banyak orang yang bisa berhasil meraih kesuksesan. Jika dibandingkan, jumlah mereka yang gagal pastilah masih lebih banyak daripada yang mencapai keberhasilan. Mental, salah satu modal untuk meraih sukses yang sayangnya tak dimiliki semua orang.

Mental yang kuat tak akan muncul dalam diri begitu saja. Layaknya otot, mental harus dilatih setiap harinya agar terbentuk dengan baik – hingga sekuat baja. Dengan bermodal mental yang kuat, kamu mungkin akan mudah melewati berbagai tantangan hidup dan otomatis jadi lebih cepat meraih impianmu.

 Baca Juga7 Hal Kecil Yang Bisa Meningkatkan Pertumbuhan Bisnis Toko Online Anda

Menyesal setelah melakukan kesalahan adalah hal yang wajar. Tapi, mereka yang punya mental kuat tak akan berlama-lama meratapi kegagalannya

1

Setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Saat keputusanmu dalam bersikap atau mengatakan sesuatu ternyata keliru, tak perlu terlalu meratapi kesalahan itu. Membenamkan diri dalam rasa bersalah yang terlalu dalam dan panjang justru akan melemahkanmu.

Berbeda jika kamu memang punya mental yang sekuat baja. Kamu akan cenderung lebih bisa menerima dan mengakui kesalahanmu tanpa perlu terlalu berlebihan menyalahkan diri sendiri. Alih-alih terpuruk, kamu justru menjadikan kesalahan di masa lalu sebagai pelajaran. Kamu belajar agar kelak kesalahan yang sama tak akan terulang lagi.

Kemauan untuk menerima kesalahan dan segala menerima konsekuensinya sudah jadi sifat dasar bagi orang-orang yang bermental kuat. Mereka pun tergolong berjiwa besar karena setiap kesalahan aka diakuinya dengan gagah berani dan tanpa rasa enggan untuk meminta maaf.

 

 

Perubahan dalam hidup tak harus ditakutkan. Berani menjawab tantangan akan mengantar mereka satu langkah lebih dekat pada impian

2

Seringkali perubahan tak bisa kamu hindarkan untuk terjadi. Perubahan itu pun bisa menjangkau setiap sisi kehidupan; mulai dari soal pendidikan, pekerjaan, hingga kehidupan pribadimu misalnya. Kadang, perubahan-perubahan tersebut dianggap sebagai sesuatu yang mengerikan. Menghadapi hal-hal baru membuat kita pun merasa tak nyaman.

Namun, kamu yang bermental kuat tentu tak akan setuju dengan hal itu. Justru kamu akan menikmati berbagai perubahan yang terjadi dalam hidupmu. Bukannya merasa kaget dan berkeluh kesah, kamu malah menganggap perubahan-perubahan itu sebagai tantangan yang akan meningkatkan level kemampuanmu dalam menjalani hidup.

 

 

Bagi mereka yang mentalnya sekuat baja, merutuki keadaan hanya akan menghabiskan energi. Daripada sibuk meratapi, mereka akan berpikir keras demi menemukan solusi

3

Kehilangan benda-benda kesayangan, terjebak kemacetan, kehujanan dalam perjalanan; banyak hal buruk yang seringkali kita keluhkan. Kita sibuk meratapi situasi dan kondisi yang sebenarnya di luar kendali diri kita sendiri. Hal semacam ini tentu tak akan ada gunanya, karena kita akan semakin terpuruk karenanya.

Nah, mereka yang punya mental kuat sudah paham dan menyadarinya. Bahwa satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah menerima apa yang diluar kendali dirinya. Dan jika bisa, ia pun lebih memilih untuk mencari solusi daripada sekadar merutuki. Yang pasti, mereka akan mengubah pola pikir. lebih memilih melihat masalah dari sisi yang positif daripada mengeluhkan hal-hal negatif.

 

 

Bermental baja berarti tak punya rasa takut menghadapi kerasnya dunia. Setiap keputusan dan segala kosekuensi akan ia pikirkan dengan sebaik-baiknya

4

Dalam menghadapi suatu permasalahan, terkadang kita diharuskan untuk segera mengambil keputusan. Tak jarang kita pun sibuk memperhitungkan apa saja resiko yang menyertai di belakangnya. Wajar jika muncul rasa ragu atau takut. Tapi, selama keputusan yang kita ambil memang dirasa baik, rasa ragu itu tak seharusnya muncul berlarut-larut.

Tak heran jika orang-orang yang bermental kuat bisa lebih cepat sukses. Karena pertimbangan mereka yang matang dan keberanian dalam mengambil keputusan adalah yang menguatkan mereka melangkah ke depan.

 

 

Sibuk memikirkan masa lalu sama halnya membuang waktu. Orang dengan mental yang kuat justru fokus pada masa sekarang agar bisa melangkah maju

5

Banyak diantara kita yang mungkin gagal memanfaatkan kesempatan yang datang dalam kehidupan di masa lalu. Menyesal sambil merutuki masa itu pasti pernah kita lakukan. Tapi, tidakkah kita sadar bahwa yang kita lakukan tak akan pernah mengubah keadaan? Toh kealpaan di masa lalu juga tak bisa kita batalkan.

Yup, mereka yang bermental kuat tak suka berlama-lama tenggelam dalam masa lalu. Bagi mereka, hal itu justru akan membuang-buang waktu dan tak ada gunanya. mental yang sekuat baja menjadikan mereka lebih fokus pada perkara-perkara di masa depan. Orang-orang yang bermental kuat akan sebaik-baiknya memanfaatkan segala tenaga dan pikirannya pada masa sekarang dan yang akan datang.

 

 

Kesuksesan orang lain tak seharusnya membuat kita merasa iri atau dengki. Mental yang kuat menjadikan kita fokus meraih keberhasilan diri sendiri

6

Salah satu penanda bahwa seseorang punya mental yang kuat adalah ketika dirinya mau mengakui kesuksesan atau keberhasilan orang lain. Dia pun tak enggan untuk mengucapkan kata “selamat” dengan tulus atau ikut berbahagia.

Mental yang kuat menjauhkan seseorang dari perasaan iri dan dengki. Selain tak suka membanding-bandingkan, dia pun memilih konsentrasi dan fokus meraih kesuksesannya sendiri.

 

 

Saat kegagalan mampir dalam hidunya, dia yang bermental baja tak akan menyerah begitu saja. Dia memilih bangkit dan melanjutkan perjuangan yang berikutnya

7

Setiap kegagalan adalah sebuah pencerahan. Di titik ini, kita justru belajar untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik lagi. Orang-orang sukses di luar sana pasti sudah khatam dengan perkara menghadapi kegagalan. Berbeda dengan mereka yang akhirnya gagal selamanya, mereka yang bermental kuat selalu belajar dari setiap kegagalan yang terjadi. Mereka menjadikan kegagalan sebagai pengalaman dan guru terbaik yang menuntunnya meraih masa depan yang lebih baik.

Saat bisa mengambil pelajaran dari sebuah kegagalan, kita akan mendapat suntikan semangat. Segera bangkit dan mulai berjuang kembali dari titik paling awal. Menyadari bahwa setiap kesuksesan tak akan datang dengan cara-cara yang instan. Selayaknya, sukses memang dicapai lewat usaha yang tak putus-putus. Dan orang dengan mental yang kuat selalu punya tenaga dan kekuatan ekstra untuk dapat menjalaninya.

 

Mental yang kuat hampir pasti bisa mengantarkan kita lebih cepat menuju kesuksesan. Jadi sudahkah mentalmu sekuat baja, ataukah sampai saat ini kamu masih sekadar bermental tempe saja?

Baca Juga7 Hal Kecil Yang Bisa Meningkatkan Pertumbuhan Bisnis Toko Online Anda

source by : http://goo.gl/aCm3fQ

7 Alasan Kenapa Pintar Saja Tak Cukup Untuk Menjaminmu Meraih Kesuksesan

Kotagrosir.com – Memiliki kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi bagi sebagian orang masih dianggap sebagai modal utama untuk meraih kesuksesan. Logikanya begini: dengan IQ yang tinggi, kamu akan punya kemampuan akademik yang baik. Dengan kemampuan akademik yang baik, kamu akan lebih mudah mendapat IPK bagus untuk kepentingan mencari pekerjaan kelak. Tapi apa benar realitanya sesederhana itu? Benarkah masa depan yang cerah hanya bisa didapat mereka yang ber-IQ tinggi?

Baca Juga : Tanpa Perlu Meminjam Ke Bank 8 Cara Ini Bisa Memberimu Modal Usaha yang Dibutuhkan

Padahal untuk bisa meraih kesuksesan ada banyak hal yang harus dilakukan. Mulai dari kemauan bekerja keras, kemampuan mengelola emosi, hingga bersosialisasi. Dalam artikel ini Hipwee akan mengulas 7 alasan kenapa IQ tinggi saja tak lantas membuatmu semudah itu bisa mengecap kesuksesan:

 

1. IQ Tinggi Percuma Jika Tak Disertai Kecerdasan Emosional Mumpuni. Padahal Untuk Meraih Kesuksesan, Kedua Hal Ini Jelas Dibutuhkan

1

Dalam rumus mencapai kesuksesan, kamu tidak hanya membutuhkan yang namanya kecerdasan intelektual (IQ) tapi juga kecerdasan emosional (EQ). Kecerdasan emosional berkaitan kuat dengan kemampuan seseorang untuk merasakan dan mengendalikan gejolak perasaan yang ia dan orang lain rasakan. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik tak akan membiarkan perasaannya membuat profesionalitasnya jadi tumbal. Ia akan tetap mau bekerja maksimal meskipun sedang merasa jengkel, kecewa, atau bahkan sedih-sedihnya. Ia bukan tipe orang yang hanya mampu bekerja dengan baik saat kondisi hatinya sedang baik-baik saja.

Padahal untuk mencapai kesuksesan kamu tidak hanya bekerja disaat merasa gembira saja ‘kan? Nah karena alasan itulah maka kecerdasan emosional berperan krusial untuk mengantar orang mencapai keberhasilan. Orang yang mampu mengelola emosinya secara baik akan mampu mengendalikan perasaannya untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Memiliki IQ tinggi memang akan membantumu untuk mempelajari sesuatu, akan tetapi punya EQ yang baik akan menyempurnakan segalanya.

 

 

2. Kemampuan Membangun Koneksi Adalah Syarat Untukmu Jika Ingin Mewujudkan Ambisi. Artinya, Kecerdasan Intelektual Saja Bukan Segalanya.

2

Tidak hanya harus pintar mengelola seluruh perasaan yang kamu rasakan, orang sukses adalah mereka yang pandai berteman. Hal ini berkaitan juga dengan poin pertama, di mana orang yang punya banyak teman adalah orang yang memiliki kecerdasan EQ yang baik. Alasannya adalah dengan kecerdasan emosional kamu mampu merasakan perasaan orang lain sehingga sosokmu bisa berempati. Orang yang memiliki rasa empati yang tinggi cenderung lebih disukai.

Dengan kemampuan membangun jaringan pertemanan yang luas, kesempatanmu untuk meraih kesuksesan juga lebih besar. Misalnya saja kalau kita bicara tentang tawaran kerja. Kamu yang punya banyak teman biasanya bisa lebih mudah mendapat tawaran saat lowongan berasal dari sesama teman. Tidak hanya itu, orang yang memiliki kemampuan membangun koneksi juga biasanya termasuk orang yang mudah beradaptasi. Kamu yang bisa beradaptasi dengan baik punya kesempatan untuk diterima di segala lingkup sosial tempatmu berada di mana hal tersebut akan berpengaruh pada kesuksesan nantinya.

 

 

3. Memiliki IQ Tinggi Boleh Saja Membuatmu Berbangga. Tapi Itu Bukan Tiket atau Pass yang Membolehkanmu Jadi Malas!

3

Meraih kesuksesan jelas tidak sama dengan memasak mie instan yang bisa kamu buat dalam waktu singkat. Terkadang untuk mencapai hal tersebut orang harus berjuang dalam waktu yang lama. Semua hal ini berkaitan erat dengan kemauanmu bekerja keras. Tanpa kerja keras, ada baiknya keinginan untuk meraih kesuksesan itu kamu pendam saja. Seseorang yang mau dan mampu bekerja secara maksimal akan lebih mudah mengecap keberhasilan yang diinginkan.

Dalam proses mencapai keberhasilan seseorang mungkin akan berhadapan dengan berbagai rintangan. Kalau pun kamu menjadi lebih mudah belajar karena pintar tapi kepintaranmu tersebut juga harus diimbangi dengan kerja keras. Tidak ada kesuksesan sejati yang bisa diraih hanya dengan mengandalkan kecerdasan intelektual. Kamu juga harus mau bekerja dengan maksimal untuk meraih itu semua.

 

 

4. Banyak Orang Pintar yang Akhirnya Gagal Karena Sangat Sering Menggampangkan Semua Urusan

4

Boy: “Dho, sudah bikin tugas kalkulus yang minggu lalu dikasih Pak Ridwan belum?”

Ridho: “Yaelah, itu ‘kan gampang Coy. Tinggal gini, gitu, nanti aja lah dikerjainnya. Paling 1-2 jam juga selesai kok.”

Boy: “Tapi tugasnya banyak. Yakin selesai 2 jam?”

Ridho: “Gampang kok, gue sudah ngerti dasar-dasarnya semua.”

Pernah dengar percakapan di atas? Atau mungkin kamu sendiri yang bicara seperti itu?

Jika iya, itu artinya kamu memiliki sifat menggampangkan. Memang sih gak ada salahnya bersikap santai seperti itu. Namun jika sudah jadi kebiasaan, bukan tidak mungkin kamu malah kelabakan pada akhirnya. Meskipun kamu merasa mampu mengerjakan tugas dalam waktu singkat ada baiknya kamu tetap memberi perhatian penuh ketika menyelesaikannya. Dengan perhatian penuh kamu bisa menyelesaikan tugas tersebut dengan hasil maksimal.

 

 

5. IQ Tinggi Tidak Otomatis Membuatmu Cerdas Dalam Menentukan Prioritas. Padahal Tanpa Kemampuan Memprioritaskan Tugas, Kamu Akan Keteteran!

5

Sudah pernah baca artikel dari Hipwee tentang kenapa kamu gak perlu multitasking?

Ya meskipun terkesan menyingkat waktu pada kenyataannya multitasking justru menghambatmu untuk menyelesaikan sebuah tugas secara maksimal. Misalnya saja nih kamu mengerjakan tugas kuliah juga sembari mengerjakan tugas kantor dan di saat yang bersamaan berjualan online shop (!). Banyaknya mengerjakan berbagai hal dalam satu waktu membuat otakmu sulit bekerja secara baik.

Maka dari itu kamu perlu membuat skala prioritas. Dengan melakukan ini kamu jadi punya banyak energi untuk menyelesaikan suatu hal dengan sebaik mungkin. Memiliki kemampuan berpikir yang baik tentu menimbulkan rasa bahwa kamu bisa mengerjakan segalanya. Akan tetapi sayangnya mengerjakan segala waktunya secara bersamaan justru membuatmu tidak bisa menyelesaikannya dengan maksimal. Malah kamu akan keteteran!

 

 

6. Banyak Cerita Membuktikan Bahwa Mereka yang Sukses Tidak Hanya Berasal Dari Golongan Super Pintar. Yang Lebih Penting Adalah Tak Takut Melakukan Kesalahan dan Mengecap Kegagalan

6

Proses belajar yang kamu lakukan mungkin akan membuatmu sesekali membuat kesalahan atau mungkin bersinggungan dengan kegagalan. Akan tetapi hal tersebut justru akan berguna untuk menempamu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Berani mencoba segala hal serta tidak takut melakukan kesalahan justru membuat belajar lebih banyak dari apa yang mungkin kamu bayangkan.

Dalam perjalanan karirnya orang-orang paling sukses tidak selalu menghadapi jalan lurus. Sesekali mereka juga melakukan kesalahan atau bahkan mencetak kegagalan. Akan tetapi sikap tidak mudah menyerah dan mau terus berusaha menjadikan kegagalan bukanlah alasan untuk menyerah melainkan berusaha melakukan hal yang lebih baik lagi nantinya.

 

 

7. Hal Yang Terpenting Dari Semuanya Adalah Sikap Rendah Hati dan Mau Belajar. Dengan Ini, Kamu Akan Siap Menggapai Kesuksesan yang Diharapkan.

7

Pada akhirnya kecerdasan intelektual dan emosional, kemauan bekerja keras, dan kepandaian membuat skala prioritas harus disempurnakan sikap penuh rendah hati. Meskipun berotak cerdas bukan berarti kamu bisa bersikap jumawa. Mau terus belajar dan tidak bosan mencari tahu berbagai hal adalah modal utama untuk kamu yang memimpikan keberhasilan

Memiliki IQ tinggi tentu menjadi anugerah tersendiri bagi kamu yang memilikinya. Alasannya kamu jadi lebih mudah dalam menyerap materi pembelajaran yang diberikan. Akan tetapi pada kenyataannya hal tersebut tidaklah cukup membuat kamu menjadi orang sukses sepenuhnya.

 

Baca Juga : Tanpa Perlu Meminjam Ke Bank 8 Cara Ini Bisa Memberimu Modal Usaha yang Dibutuhkan

source by : http://goo.gl/Ppx7mN

7 Jenis Mental yang Wajib Kamu Tempa Jika Bermimpi Sukses di Bidang Usaha

7 Jenis Mental yang Wajib Kamu Tempa Jika Bermimpi Sukses di Bidang Usaha

Deocardi.com – Belum lama ini, Indonesia dikejutkan dengan meninggalnya salah satu pengusaha sukses, sekaligus pengusaha paling nyentrik yang pernah ada. Bob Sadino mungkin adalah satu-satunya pebisnis di Indonesia – atau bahkan di dunia – yang sama sekali jarang memakai dasi, jas, dan sepatu pantofel. Beliau justru lebih gemar memakai celana pendek kemanapun beliau pergi. Bahkan ketika diundang ke Istana Presiden, Om Bob dengan santainya menggunakan celana pendek, yang alhasil membuatnya dimarahi dan “diusir” dari Istana oleh Paspampres, dan beliau disuruh untuk mengganti celananya dengan celana panjang. Namun, alih-alih mengganti pakaiannya, Om Bob malah enggan kembali ke Istana Presiden.

Ia tak merasa harus selalu menuruti kebiasaan umum yang berlaku di masyarakat, apalagi jika hanya demi memuaskan segelintir orang. Bisa dibilang, watak pemberaninya inilah yang menjadi salah satu kunci kesuksesannya di dunia wiraswasta. Terbukti dari awal mula usahanya yang hanya berjualan telur, Om Bob dapat mengembangkan sayap ke bidang pertanian organik hingga pabrik pengolahan daging. Tak sampai disitu, Om Bob pun membangun Kem Chicks, supermarket yang awalnya menyasar kaum ekspat.

Nah, selain watak yang berani tampil beda, mental apa lagi yang harus dipersiapkan mereka yang ingin berhasil merintis usaha?

 

1. Kejutan-kejutan yang belum tentu menguntungkan akan selalu kamu temui di dunia ini. Keyakinan dan tekad yang kuat dibutuhkan untuk bertahan di dalamnya. 

Seseorang harus selalu bermental baja

Merintis usaha selalu membutuhkan modal. Bukan hanya modal material, namun juga emosional. Dunia bisnis memang bukan untuk mereka yang mudah gentar; berbagai kejutan yang belum tentu menguntungkanmu bisa datang sewaktu-waktu.

Kejutan-kejutan apa saja itu? Yang pertama bisa datang dari keluarga sendiri, yang belum tentu memberikan lampu hijau pada ide-ide bisnis yang kamu miliki. Selanjutnya bisa jadi rekan usaha yang tiba-tiba mengundurkan diri, pemerintah kota yang berbelit-belit dalam menerbitkan surat izin usaha, pengajuan kredit yang ditolak oleh bank, sampai copycat-copycat yang tak pelak akan bermunculan ketika bisnismu mulai menyicip kesuksesan.

Mental yang manja tak akan bisa membawamu mengatasi situasi ketika kamu disuguhi kejutan-kejutan di atas. Simak saja kisah mengenai Thomas Alva Edison. Beliau adalah seorang inovator, penemu, serta salah satu pebisnis sukses yang pernah hidup di abad ke-20. Ia harus melalui ribuan kegagalan sebelum akhirnya dia berhasil menciptakan bola lampu pijar pertama di dunia. Pada akhirnya, apalagi selain kegigihan dan mental baja yang membuat Edison sukses mengantongi 1,093 hak paten?

 

 

2. Seorang pengusaha mesti jeli melihat peluang. Bahkan hobi sehari-hari bisa disulap jadi sumber penghasilan yang mapan.

Hobi tak boleh hanya jadi sekadar hobi

Pengusaha harus siap bermain dengan kreativitasnya. Sebuah bisnis bisa berkembang dari apa saja, termasuk hobi atau renjana yang kamu punya.

Contohnya adalah hobi soal kopi. Jika kamu suka banget sama kopi, biasa menghabiskan waktu di tempat-tempat yang menawarkan kopi terbaik di kotamu, bahkan mengoleksi bertoples-toples bubuk kopi di lemari rumahmu, nggak ada salahnya kamu mencoba untuk merintis sebuah kedai kopi dengan teman-teman yang berhobi serupa. Dengan begini, kamu tidak perlu merintis bisnis dari nol karena sudah punya pengetahuan yang mendalam tentang produk yang kamu tawarkan. Bonusnya? Kamu bisa mendapatkan penghasilan dari melakukan hal yang kamu cintai!

 

 

3. Mulailah selalu dengan rencana setengah matang. Perfeksionisme hanya akan mengantarkanmu pada perencanaan berlebihan yang minim tindakan.

Seringkali, bisa bekerja kapan saja itu berarti harus bekerja kapan saja.

Mengapa Hipwee bilang rencana setengah matang? Karena sebagian rencana lagi baru bisa kamu kembangkan ketika bisnismu benar-benar sudah dibuka. Rencana-rencana itu akan dikembangkan sesuai dengan berbagai macam persoalan yang kamu temui di jalan. Kamu akan tahu kekurangan bisnismu, apa yang wajib kamu benahi, apa yang perlu kamu maksimalkan, dan bagaimana kamu harus memperbaiki strategi pemasaran.

Apa maksud rencana setengah matang di sini? Contohnya, jika kamu ingin membuka bisnis warnet, hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah survei lokasi, menentukan spesifikasi komputer yang akan kamu pakai, dan berapa banyak komputer yang akan kamu beli. Plus survey harga komputer juga perlu. Kemudian kamu perlu menghitung berapa uang yang dibutuhkan, serta dalam berapa bulan kira-kira bisnismu bisa balik modal? Nah, itu dulu saja cukup. Kamu tidak perlu memikirkan hal-hal lain seperti seragam karyawan, desain interior, apalagi jasa vallet untuk warnetmu! Toh kamu hanya ingin membuka warnet, bukannya ingin membuka hotel.

 

 

4. Di tengah jalan, kamu bisa saja dipaksa melakukan perombakan besar-besaran. Jadi, jangan pernah takut pada perubahan. 

Steve Jobs dan Macbook, salah satu produk buatannya

Oke, bisnismu sudah resmi dibuka. Kamu udah bisa sedikit demi sedikit mendapatkan keuntungan. Kamu udah punya banyak pelanggan, kamu udah merekrut beberapa orang karyawan. Namun, apakah kamu akan berhenti sampai disitu? Kenyataannya, keadaan pasar dan konsumen terus berubah. Dan kamu dituntut untuk mengikuti perubahan tersebut, jadi kamu harus selalu jeli dan harus berusaha untuk meningkatkan kemampuanmu.

Apple memang merupakan perusahaan yang dari awal kemunculannya sudah membuat banyak inovasi. Namun tahukah kamu bahwa tak semua inovasi yang ingin diciptakan oleh Jobs bisa berjalan mulus? Ia bahkan sempat dipecat dari perusahaan yang didirikannya sendiri karena ia ingin menciptakan Macintosh, sebuah komputer jinjing yang praktis, yang sudah satu paket dengan sistem operasinya. Ide ini ternyata ditentang oleh para petinggi Apple karena biaya pengembangan produk tersebut memerlukan uang yang tidak sedikit. Dampaknya, Jobs pun dikeluarkan dari Apple. Namun, ketika Steve Jobs kembali ke Apple, ia menciptakan banyak inovasi lain seperti iPod yang merupakan pemutar musik paling cool di abad ini.

 

 

5. Tak boleh ada justifikasi untuk berpuas diri. Dunia usaha tak mengenal batas maksimal dalam kesuksesan. Karena memang jalanmu masih panjang

Ketika kamu merasa sudah cukup sukses, sebenarnya jalanmu masih panjang

Sudah banyak bukti di luar sana yang menunjukkan bahwa orang yang sombong dan cepat berpuas diri akhirnya jatuh dalam jurang keterpurukan. Al Dunlap sempat sudah merasa tinggi karena mampu duduk sebagai CEO Scott Paper, sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk berbahan kertas yang telah beroperasi selama lebih dari 20 tahun. Bahkan ia sampai menulis buku tentang dirinya sendiri yang berjudul Mean Business. Namun ternyata sikap jumawanya itu malah membuat Scott Paper terpuruk sehingga Dunlap harus menjual perusahaan itu ke Kimberly Clarks, sebuah perusahaan kecil yang yang lebih muda dari Scott Paper.

Oleh karena itu, usahakan untuk selalu menjadi mangga yang masih mentah. Karena mangga yang masih mentah akan terus berusaha untuk matang, dan menjadi lebih baik. Jika kamu memutuskan untuk menjadi mangga yang sudah matang dan tidak mau lagi mengembangkan diri, maka bersiap-siaplah untuk membusuk, dan akhirnya jatuh.

 

 

6. Bersyukurlah ketika kegagalan datang. Inilah ladang yang sebenarnya buatmu untuk belajar.

Syukur dan Sabar Ketika Menghadapi Masalah

Dengan bersyukur berarti kamu bisa ikhlas dalam menghadapi berbagai masalah. Kamu akan jadi lebih legawa, dan kamu akan memiliki ruang untuk dapat berpikir jernih. Bayangkan jika kamu terus-terusan berkutat pada masalah yang ada, bukannya solusi yang didapat, kamu justru bakal pusing dan stress. Hal ini justru akan memperparah kondisi usahamu. Tentu kamu tak akan mau bila hal itu terjadi.

 

 

7. Wajib hukumnya untuk berusaha. Namun jangan jemawa dan merasa bisa mencapai segalanya tanpa doa. 

Doa sebagai Bahan Bakar untuk Menjalankan Usahamu

Doa sama pentingnya dengan usaha. Karena jika kita meninggalkan salah satunya, maka usaha yang kita rintis tidak akan mencapai titik maksimal. Kalau digambarkan, usaha adalah mobil, doa adalah bahan bakarnya, dan kamu adalah pengemudinya yang akan membawa kemana arah tujuanmu.

Jadi di antara kegigihan usahamu setiap hari, jangan pernah lupa menyisipkan sebuah doa. Bukankah Tuhan adalah pendengar terbaik yang pernah ada?

 

Itulah hal-hal yang perlu dilakukan untuk kamu yang ingin memulai berwirausaha. Dan ketika akhirnya kamu meraih puncak dan berdiri di tangga paling atas, jangan lupa untuk tetap rendah diri. Tetap mengembangkan diri dan berbagi kepada sesama, karena segala kesuksesan yang telah kamu raih tidaklah berarti jika hanya dinikmati oleh kamu seorang. Tentunya hidup ini akan menjadi lebih indah jika kita dapat berbagi dengan orang-orang yang lebih membutuhkan. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain?

SEE :

Source: http://goo.gl/MgB37W

Powered by Foodinhands & Design by Inhands Agency

DAPATKAN INFO SEPUTAR DIGITAL BUSINESS, ENTREPRENEUR, MOTIVATION & INSPIRATION DARI DEO CARDI NATHANAEL
x
DAPATKAN INFO SEPUTAR DIGITAL BUSINESS, ENTREPRENEUR, MOTIVATION & INSPIRATION DARI DEO CARDI NATHANAEL
x