Profile Dewa Klasik Alexander

bumidinastidigital

Portofolio’s Career

CEO of Bumi Dinasti Digital

Founder of Bumi Dinasti School

Public Relations and Marketing Communications of Pegipegi.com

EVERYONE CAN BE A LEADER, A LEADER FOR YOURSELF

Dewa Klasik Alexander adalah seorang mantan anak jalanan yang mempunyai passion di bidang edukasi. Ia telah berhasil mendirikan sebuah yayasan sekolah untuk anak – anak  pra-sejahtera.  Berjuang seorang diri dan membangun semua usahanya dari nol. Proses kehidupan yang tidak mudah untuk dilalui karena tidak ada pilihan. Bagaimana perjuangan seorang Dewa membangun usahanya di tengah kondisi kehidupannya yang berkekurangan? Simak pandangan seorang Dewa Klasik Alexander mengenai proses dari anak jalanan sampai menjadi seorang pemimpin.

1. Dimana lahirnya? Kuliah dimana ambil jurusan apa? Apa yang Anda kerjakan sekarang?

Lahir di Malaysia. 27 Maret beberapa tahun yang lalu. Saya tidak sempat kuliah, tidak lulus SMA hanya sampai 1 SMK kemudian berhenti sekolah. Setelah keluar dari sekolah, saya jadi anak jalanan. Saya suka main di warnet, tapi sejak zaman Friendster, saya sudah bisa menghasilkan uang sendiri. Lalu berlanjut ke Facebook, Twitter, Instagram, Snapchat, Youtube karena memang passion saya ada di Social Media.

Sekarang saya bekerja sebagai PR dan Marcomm di pegipegi.com untuk membangun brand awareness melalui media online dan offline. Selain itu, saya juga CEO dari Bumi Dinasti School. Di luar jam kantor dan pada hari libur, saya mengurus agency saya dengan tim yang sudah ada dan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak didik saya.

2. Lingkup kepemimpinan seperti apa yang Anda kerjakan?

Di pegipegi, sistemnya teamwork. Saya sebagai CEO Deputi sampai bagian divisi saya sama-sama mengejar KPI untuk divisi kita.  Setiap anggota tim memiliki tanggungjawab secara personal dan secara tim untuk mengejar target. Saya secara personal memimpin untuk membangun brand pegipegi dan menjalin hubungan dengan banyak mitra intenal atau external pegipegi.

Sedangkan di Bumi Dinasti Digital, saya membawahi sekitar 30 freelancer untuk menangani client-client kami. Ada juga Bumi Dinasti School yang dibangun untuk menyekolahkan anak-anak pra-sejahtera (saya sebut sebagai anak-anak saya). Semua sekolahnya sekarang sudah tersebar di luar pulau Jawa.

3. Apa yang anda lakukan? Dan Apa yang membuat Anda mau melakukan pekerjaan/usaha ini?

Saya menjadi orang tua asuh bagi anak-anak pra-sejahtera. Saya membiayai sekolah mereka dari sekolah dasar hingga kuliah. Saya membuat beberapa sekolah gratis.

Saya membuat sekolah ini karena passion saya adalah segala sesuatu yang berbau edukasi. Dimulai dengan background saya yang sangat ingin untuk sekolah tapi tidak bisa lanjut sekolah. Kemudian saya melihat persoalan di Indonesia bahwa usaha pemerintah dalam bidang pendidikan belum maksimal. Saat saya masih jadi anak jalanan, saya melihat bahwa pendidikan mungkin gratis, namun kebutuhan-kebutuhan sekolah tidak semuanya dapat dipenuhi oleh pemerintah. Jadi , saya mencoba untuk mengontrak rumah dan dari kontrakan yang sempit itu saya mulai mengajar anak-anak tetangga yang tidak sekolah. Kemudian, saya membantu mereka untuk membaca dan menulis. Awalnya hanya 3-4 anak tetangga, namun terus berkembang menjadi puluhan anak sampai saya mengontrak rumah lebih besar dan membuat sekolah sendiri secara gratis yang sekarang sudah berkembang ke beberapa daerah di luar pulau Jawa.

4.  Waktu pertama kali, bisnis ini keadaannya seperti apa?

Waktu pertama kali keadaannya amat kesusahan. Dimulai dengan keadaan ekonomi yang belum memadai, jadi saya mencari buku-buku bekas ke pemulung dan membeli alat tulis sedikit demi sedikit. Akan tetapi, terus terlihat adanya perkembangan ketika beberapa teman tahu dan mereka bantu support perlengkapan yang di butuhkan.

5.  Selain daya dan doa, kita juga butuh dana. Apa yang anda lakukan dalam mengatasi hal itu?

Saya pernah sedang kondisi down dan uang pas-pas an, akan tetapi saya memiliki hati untuk melakukan hal ini. Mungkin ini terlihat seperti hal besar. Tapi saya melakukannya dimulai dari hal kecil secara continue dan kemudian hal itu membesar. Saya percaya bahwa ketika saya atau siapapun dengan setia melakukan hal-hal kecil, Tuhan akan memberikan hal yang jauh lebih besar. Dan ketika Tuhan memberikan kapasitas yang lebih besar, Tuhan telah mempersiapkan kita untuk menjalani hal-hal yang lebih besar lagi.

Jadi saya bekerja untuk membiayai anak-anak asuh saya. Apa yang saya dapat saya bagikan ke orang lain. Karena saya yakin semakin banyak saya memberi , Tuhan akan memberikan kita lebih banyak lagi.

6. Siapa yang paling menginspirasi buat hidup Anda?

Dari kecil saya pernah baca biografi tentang Mother Theresa. Dari cara hidupnya, hati beliau yang mengabdi kepada semua orang walaupun secara materi sangat kurang. Beliau telah menjadi inspirasi dalam hidup saya untuk melakukan banyak pekerjaan seperti sekarang ini.

Kalau dalam kehidupan sehari-hari mentor saya juga melakukan hal yang sama. Daniel Alexander , papi angkat saya melakukan hal yang sama mengabdi di Nabire (Papua) , membangun sekolah, memiliki anak asuh di sana. Lalu mentor saya, Marco Budiman, beliau bekerja di yayasan 5 roti 2 ikan Indonesia yang juga melakukan hal yang sama.

Jadi, mereka bertiga secara continue menjadi inspirator serta mentor buat diri saya.

Seorang mentor sangat penting artinya. Karena sebagai manusia kita memiliki keterbatasan untuk melihat sudut pandang. Itulah mengapa dibutuhkan sudut pandang-sudut pandang berdasarkan pengalaman orang lain, kepemimpinan yang pernah orang lain lakukan. Walaupun kita seorang leader, kita juga butuh leader diatas kita untuk membantu kita belajar dan grow up.

7. Bagaimana mengalahkan ego? 

Cara saya menaklukan ego saya adalah dengan melakukan win-win solution, akan tetapi sebelum melakukannya saya melihat prioritas saya dulu, mana yang jauh lebih penting, apa itu prioritas pribadi saya , atau pekerjaan ataupun anak-anak asuh saya. Jadi, saya mencoba untuk melihat prioritas yang lebih penting dahulu.

Karena sebenarnya ego itu berbicara keinginan vs kebutuhan. Saya hidup di kota, bergaul di lingkungan maupun bertemu orang-orang yang memiliki lifestyle yang ‘wah’. Sebagai seorang yang masih muda pasti saya berpikir dan mungkin ingin juga memiliki gaya hidup seperti itu. Tapi saya belajar untuk hidup cukup. Dan itu sangat sudah. Hidup cukup dan sederhana di era sekarang tuh sangat susah karena keinginan kita secara manusia adalah ingin dilihat secara ‘wah’.

8. Apa arti SUKSES SEJATI buat anda?

Definisi kesuksesan sejati saya adalah ketika saya bisa memberi lebih banyak daripada memenuhi kebutuhan hidup pribadi. Bukan berarti saya tidak memikirkan masa depan saya, tapi saya harus belajar bagaimana semakin hari semakin banyak memberi.

Sebenarnya tidak ada salahnya dengan kemewahan. Itu merupakan hasil dari pengorbanan seseorang dalam mengejar kesuksesan. Itu buah dari hasil pengorbanannya sendiri. Tapi saya memilih hidup sederhana dengan berusaha memberi lebih banyak dari pada memenuhi kepentingan diri saya sendiri.

Mungkin akan mudah ketika saya memberi di waktu saya punya banyak, tapi sangat sulit memberi didalam posisi kekurangan. Saya pernah berada di kondisi terpaksa puasa. Awalnya saya niat puasa, ada uang, tapi hari itu juga anak asuh saya harus bayar kuliah, jadi saya alokasikan uang tersebut kepada kebutuhan anak asuh saya, sampai saldo di atm saya tidak bisa ditarik lagi. Jadi, saya menahan diri untuk makan dan minum. Nah disitu lah saya lihat bahwa proses sukses itu membutuhkan komitmen. Mengutamakan kepentingan orang lain ketimbang diri sendiri itu sangat susah dan sakit. Disitulah saya belajar juga arti berkorban.

Beda loh memberi dengan berkorban. Bedanya ada di rasa sakit prosesnya. Karena siapapun bisa memberi tapi belum tentu bisa berkorban. Tapi orang yang berkorban entah dalam bentuk materi atau lainnya, otomatis dia memberi. Dan menurut saya itulah sukses sejati.

9.  Menurut Anda, dengan mengerjakan ini apakah Anda sudah menjadi seorang leader? Kalau Ya/Belum kenapa?

Secara  status mungkin iya saya bisa dikatakan sebagai seorang pemimpin. Tapi kalau dari definisi saya tentang pemimpin, saya ini masih dalam proses. Karena definisi pemimpin bagi saya adalah bukan banyaknya pengikut tapi bagaimana bisa melahirkan pemimpin baru. Melanjutkan visi misi kita. Melanjutkan pekerjaan kita.

10. Mengapa Anda mau menjadi seorang LEADER?

Wah kalau ditanya mau apa ga jadi pemimpin, sebenarnya saya tidak mau. Dulu saya berpikir enak ya jadi pemimpin bsia ini itu, tapi ketika saya ada di posisi ini, jadi pemimpin itu capek, tanggungjawabnya gede, harus atur sana sini. Jadi kalau ada yang berpikir jadi pemimpin enak, sebenarnya engga juga.

Tapi kalau ditanya kenapa mau jadi pemipin ya karena saya merasa punya kapasitas untuk menjadi pemimpin dalam ruang lingkup saya. Jadi sebenarnya semua orang bisa jadi pemimpin. Dalam pasangannya, dalam keluarganya, dalam hidupnya. Siapapun dia, pria maupun wanita. Semua bisa jadi leader.

I LEAD BECAUSE

I WANT TO CREATE MORE LEADERS

 ——————————————————————————

Baca Juga : Pegipegi.com : Budaya Perusahaan yang disiplin dan  minimalis – Businessnotes

Hope you enjoy the video and blog, and don’t forget to SUBSCRIBE and FOLLOW for more inspiring stories!

Follow my other social media:
Instagram : @deocardi
Twitter : @deocardi
Facebook : www.fb.com/deocardi
YouTube : www.youtube.com/deocardi
——–

 

Thanks to Stevine Esterlita

Edited by Yessica Angkawijaya