Profile Yenny Lin

vlog12yenny

Portofolio’s Career

CEO of 1901Jewelry

WHO SAYS WOMAN CANNOT BE A LEADER

Yenny Lin adalah seorang pendiri perusahaan aksesoris fashion, 1901 Jewelry. Ia aktif dalam pelayanan sosial dan juga menjalankan sebuah bisnis keluarga yang sudah berjalan selama 40 tahun.  Berjuang untuk mengejar passion atau menjalankan sebuah tanggung jawab? Simak pandangan seorang Yenny Lin mengenai wanita sebagai seorang pemimpin.

Baca Juga : 1901 Jewelry menjadi wadah dan sumber inspirasi untuk banyak perempuan – Businessnotes

 

  1. Dimana lahirnya? Kuliah dimana ? 

Saya lahir di Jakarta dan kuliah di Universitas Pelita Harapan (UPH) – Jurusan Hubungan Internasional

  1. Bagaimana cara/ gaya kepemimpinan Anda di tempat kerja

Yang pasti kalau di tempat kerja, kepemimpinan saya adalah kepemimpinan yang mengutamakan kodrat perempuan. Karena saya perempuan dan para pekerja di tempat kerja saya mayoritas adalah perempuan, saya terus membagikan nilai-nilai tentang bagaimana cara bertindak sebagai seorang wanita. Yang pasti kita sebagai wanita itu spesial dan tidak kalah dari pria, tetapi bukan berarti kita mendominasi para pria. Melainkan, kita akan berelasi dan juga bekerja sama dengan mereka. Sebagai perempuan, tugas kita sebagai seorang penolong baik di bidang bisnis, kerjaan, kehidupan sosial pertemanan ataupun di keluarga. Yang saya kerjakan sekarang Puji Tuhan dipercayakan untuk mengelola brand fashion jewelry. Saya menjabat sebagai marketing director sekaligus fashion stylist untuk 1901 Jewelry untuk di bidang bisnisnya sedangkan kalau di bidang pelayanan social, saya melayani komunitas anak-anak muda untuk dunia marketplace dan aktif di kegiatan sosial untuk pemberdayaan perempuan.

  1. Apa yang membuat Anda mau melakukan pekerjaan/usaha ini?

Kata MAU disini merupakan hal yang menarik. Saya mau karena ini merupakan talenta yang sudah Tuhan kerjakan yang diberikan melalui orang tua saya kepada saya. Ini merupakan bisnis keluarga, tetapi kalau dibilang saya hanya meneruskan saja, saya tidak setuju. Saya bukan hanya meneruskan, tetapi saya dipersiapkan untuk membangun sesuatu yang lebih indah dan lebih besar.

  1. Waktu pertama kali, bisnis ini keadaannya seperti apa?

Waktu pertama kali transisi dari orang tua ke saya, itu perjuangan yang cukup sulit untuk saya secara pribadi karena mereka menyerahkan 100%. Berbeda dgn orang lain yang mungkin dipersiapkan terlebih dahulu untuk menjadi penerus. Kalau saya, harus take over langsung tanpa pembekalan terlebih dahulu karena mama saya terkena penyakit Alzheimer sehingga keadaan mama tidak memungkinkan. Penyakit Alzheimer ini dapat membuat seseorang menjadi sangat lemah karena mama saya dulunya sangat strategik and energik. Tetapi, Thanks God, hal itu yang juga membuat saya jadi kuat dan banyak belajar melalui proses yang terjadi.

  1. Siapa yang paling menginspirasi buat hidup Anda?

WOW!! Ini buanyaak banget list nya, tetapi menurut saya sendiri, orang yang menginspirasi saya adalah orang terdekat. Bukan berarti kita tidak boleh punya banyak orang yang menginspirasi kita diluar sana, tetapi secara pribadi saya suka untuk mulai dari keluarga terlebih dahulu. Karena keluarga adalah tempat awal kamu berada jadi saya terinspirasi oleh keluarga saya sendiri.

  1. Menurut kamu, siapa orang – orang yang berpengaruh untuk menjadikan Anda seseorang yang dewasa dan lebih matang?

Kalau orang-orang yang berpengaruh untuk menjadikan saya seseorang yang dewasa dan lebih matang, pertama, saya harus bisa bilang orang-orang yang pernah menyakiti hati saya (haters). Jadi, saya bisa bilang, orang-orang “TOUGH” yang dipakai untuk mengasah hidup saya. Karena percaya atau tidak, tanpa mereka kamu tidak bisa lebih baik lagi seperti air yang dipanaskan harus dididihkan sedemikian mungkin supaya matang.

  1. Apa pelajaran paling berharga dari orangtua?

Pertama, FEAR YOUR GOD ini yang paling penting, papa selalu ajarin soal ini. Cari Tuhan dulu diatas segalanya. Kedua, hidup benar dan jangan ambil bagian yang bukan hak-mu (kalau pepatah China kuno bilang, dengkul itu tidak akan pernah tumbuh daging mau dibuat seperti apapun juga. Maksudnya “what isn’t yours ya it’s not yours.”)

  1. Bagaimana mengalahkan ego?

Ego vs Destiny (jalan hidup). I love this! Kalau cerita tentang ego saya, kita flash back ke belakang. Ego saya itu ketika lulus dari kuliah background politik internasional. Saya bercita-cita untuk kerja di UNDP karena sebenarnya saya hanya tinggal apply saja atau menjadi aktivis untuk anak-anak atau jadi tenaga ahli. Pokoknya melakukan banyak hal untuk menjadi dampak di masyarakat. Intinya, saya mau terjun langsung untuk menjadi social worker.

Akan tetapi, kenyataan berkata lain, saya harus meneruskan bisnis keluarga. Awalnya saya sangat menolak dan struggling selama hampir 3 tahun sampai suatu hari saya surrender dan mau mengambil tanggung jawab.

NAH INI TITIK BALIKNYA! Waktu kamu belajar merendahkan hati untuk ikut hal yang benar dan mengambil tanggung jawab,  percayalah ada hikmah yang bisa diambil. Ternyata yang saya lakukan sekarang dipersiapkan untuk hal-hal yang lebih besar, yaitu mempersiapkan perempuan-perempuan di luar sana untuk punya pekerjaan dan kehidupan yang layak.

Intinya kalau mau jadi dampak itu harus dimulai dari diri sendiri. Buat saya, bagikan apa yang sudah kamu alami bukan yang kamu tahu. Jadi, mulailah dari kita lebih dulu.

  1. Apa arti SUKSES SEJATI buat anda?

Sukses sejati buat saya kalau kita bukan hanya merasa cukup dalam hal finansial semata, tapi juga ketika kita boleh jadi berkat di keluarga, kehidupan sosial dan jangan lupa kesehatan kita. Banyak orang sukses atau kaya diluar sana, tetapi sakit-sakitan. Baru-baru ini ada orang yang selalu ingetin saya bahwa kesehatan itu penting.

  1. Menurut Anda, dengan mengerjakan ini apakah Anda sudah menjadi seorang leader? Kalau Ya/Belum kenapa?

Sudah! Karena saya belajar untuk diperbesar kapasitasnya, diasah lewat setiap struggle dan siapapun yang suka dengan proses dan sadar bahwa dirinya sedang dipersiapkan untuk hal yang lebih besar, dia lah pemimpin.

  1. Mengapa Anda mau menjadi seorang LEADER?

Karena saya diciptakan untuk jadi kepala bukan ekor. Jadi, menjadi leader itu bukan hanya keinginan belaka. Buat saya menjadi seorang leader itu sudah takdir dan pilihan. Ada orang-orang yang dipersiapkan jadi leader tapi dirinya tidak sadar atau tidak mau, sehingga selamanya hanya menjadi follower. Kalau saya sih tidak mau seperti itu.

I LEAD BECAUSE

I WANNA SEE A BETTER FUTURE TO EVERY WOMEN.

 ——————————————————————————

 

Brand Profile

#1901Jewelry

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang 1901 Jewelry, kunjungi

1901 Jewelry menjadi wadah dan sumber inspirasi untuk banyak perempuan – Businessnotes

S024

 Hope you enjoy the video and blog, and don’t forget to SUBSCRIBE and FOLLOW for more inspiring stories!

Thanks to Empu Semprul, Ferdianto Sumbadji, Celine Hadibroto, Nissia Paramitha & Kezia Octaviani
Edited by Yessica Angkawijaya