GOOD SPEECH DARI DAHLAN ISKAN

Menjadi pemimpin itu dianggap enak. Menjadi pemimpin itu dianggap bisa berkuasa.

Tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa untuk bisa menjadi pemimpin yang baik sebenarnya harus pernah membuktikan dirinya pernah menjadi orang yang dipimpin.

Ketika menjadi orang yang dipimpin itu, dia juga bisa menjadi orang yang dipimpin dengan baik. Artinya untuk bisa menjadi pemimpin yang baik harus pernah menjadi anak buah yang baik.

Saya meragukan seseorang yang ketika menjadi anak buah tidak baik, dia bisa menjadi pemimpin yang baik. Menjadi anak buah yang baik itu adalah anak buah yang loyal tetapi juga kritis. Anak buah yang patuh tetapi juga bisa berpikir mana yang baik dan mana yang tidak baik. Anak buah yang selalu bisa memberikan jalan keluar kepada atasannya. Anak buah yang bisa memberikan pemecahan masalah bagi atasannya. Bukan anak buah yang selalu merepotkan atasannya, anak buah yang selalu membikin masalah pemimpinnya dan anak buah yang selalu memberikan persoalan bagi pemimpinnya.

Jadi ketika menjadi anak buah, dia harus bisa menjadi anak buah yang baik, bukan menjadi bagian persoalan dari pemimpinnya, tetapi menjadi problem solver bagi pemimpinnya.

Nah… kalau seseorang itu pernah menjadi anak buah yang baik, dan dalam kurun waktu yang cukup, maka kelak ketika dia naik menjadi pemimpin, dia akan bisa menjadi pemimpin yang baik. Karena seorang pemimpin yang pernah menjadi anak buah yang baik, maka dia bisa mengetahui bagaimana rasanya pernah menjadi anak buah.

Dengan demikian dia bisa tahu apa saja yang diperlukan anak buah dan bagaimana perasaan anak buah. Jadi pemimpin yang baik adalah pemimpin yang pernah menjadi anak buah yang baik.

Itulah kutipan inspirasi yang diambil langsung dalam catatan Dahlan Iskan.

Dahlan Iskan. Mendengar namanya saja, kita akan langsung terbayang dengan profil  kesederhanaan dan ‘gebrakan-gebrakan’ gila beliau sebagai pemimpin. Mulai dari keberhasilannya dalam memimpin surat kabar Jawa Pos yang awalnya hanya koran daerah yang hampir gulung tikar menjadi koran nasional dengan penjualan yang sangat fantastis, menjadi direktur utama PLN hingga puncaknya menjadi menteri BUMN RI. Kisah hidup Dahlan Iskan pun dijadikan sebuah film berjudul ‘Sepatu Dahlan’ yang dirilis pada April 2014.

Nah, dibawah ini adalah 3 rahasia sukses seorang Dahlan Iskan.

Pertama:  Untuk mencapai kesuksesan  harus melakukan ‘merantau’

“Saya tidak akan keluar dari kemiskinan kalau saya tidak merantau. Saya tamat SMA merantau di Kalimantan. Di sana, kita selalu bertemu dengan hal-hal baru, sehingga kita bisa fokus dengan kewajiban.” kata Dahlan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2013).

Bagi kebanyakan orang yang tinggal di kota, mungkin akan bertanya ‘merantau kemana lagi? Wong saya sudah ada di kota”. Namun dapat dipahami bahwa merantau disini bisa juga di artikan keluar dari zona nyaman. Zona nyaman adalah suatu keadaan/lingkungan/perasaan dimana kita merasa nyaman tanpa ada resiko di dalamnya. Orang-orang yang berada dalam lingkup ini memiliki kecenderungan untuk menciptakan batasan untuk tidak keluar dari kebiasaannya sendiri. Hal ini hanya akan menghambat pertumbuhan diri seseorang dan mematikan setiap potensi yang dimiliki. Dahlan Iskan menyadari bahwa ‘merantau’ adalah hal yang diperlukan, untuk menerobos setiap belengu-belengu yang menghambat potensi nya untuk berkembang.

 

dahlaniskan

Source : https://www.maxmanroe.com/wp-content/uploads/2014/06/Dahlan-Iskan.jpg

 

Kedua:  Harus mampu melakukan sesuatu hal secara bertahap dan konsisten.

“Saya tidak percaya jika corporate culture itu dibuat oleh konsultan, yang tiba-tiba datang dan membawa sebuah konsep corporate culture. Maaf, Saya gak percaya. Yang Saya yakini adalah, corporate culture dibangun oleh konsistensi owner yang terus menerus, melakukan sebuah sikap secara konsisten, lalu menular.” ujar Dahlan Iskan dalam menjawab pertanyaan seorang peserta dalam Alpha Conference , Sabtu (27 Februari 2016) yang lalu.

Menjadi sukses adalah hal yang diinginkan oleh semua orang, namun kenyataannya adalah kesuksesan bukanlah hal yang didapatkan hanya dengan menjentikkan cari. Itulah yang disampaikan oleh Dahlan Iskan. Untuk menjadi berhasil, harus konsisten. Menjalani setiap hal secara bertahap. Menikmati setiap proses kehidupan. Karena apa yang ditabur itu yang dituai. Kunci ini lah yang dipegang Dahlan Iskan. Tak heran mengapa beliau menjadi salah satu dari 25 penerima penghargaan “Inspiring Leader” Award dari harian Seputar Indonesia dan  sederet prestasi lainnya. Karena konsistensi adalah harga mati.

 

dahlan-iskan
Source : http://rizal-story.blogspot.co.id/2012/07/dahlan-iskan-dan-ayah-saya.html

 

 

Ketiga: Memperluas jaringan, atau konektivitas kepada seluruh orang

Dahlan mengungkapkan telah menyekolahkan anaknya keluar negeri guna memperluas jaringan, atau konektivitas kepada seluruh orang. “Tidak untuk menjadi pintar, tapi untuk menjadi sebuah koneksi. Kalau saya tidak sekolahkan ke luar negeri saya tidak akan jadi menteri, saya akan sibuk mengurusi perusahaannya saja, akhirnya ketika dia pulang dia bisa lebih menguasai jurnalistik dibanding saya,” tukasnya.

Dahlan Iskan membuka pandangan kita, betapa pentingnya memiliki koneksi dengan banyak orang. Hal itu membawa kita pada suatu pengenalan beragam macam informasi. Mulai dari karakter, ilmu, serta potensi yang dapat membantu kita berkembang dari waktu ke waktu. Dengan membuka diri terhadap lingkungan yang beragam, membuat kita mengerti dan menyadari bahwa hidup tidak sesempit yang kita pikir.

dahlan-iskan-kompas
Source : http://www.kompasiana.com/s.a.siregar/satu-jam-lebih-dekat-dengan-dahlan-iskan

 

Dikutip dari : http://idsaham.com/news-saham-3-Kunci-Sukses-ala-Dahlan-Iskan-370388.html

Diedit oleh : Stevine Esterlita