Kepada teman-teman,

‘Leading’ merupakan panduan yang sangat baik untuk  kepemimpinan yang dimiliki Alex Ferguson, ditulis oleh Michael Moritz. Alex membagikan pelajaran yang relevan dengan para enterpreneur yang ingin membangun perusahaan abadi,
fergie_mu

1. Bangun fondasi dasar yang kuat. Ferguson membangun sebuah struktur jangka panjang untuk membentuk ulang para pemuda dan program perekrutan. Termasuk yang baru bergabung adalah Ryan Giggs dan David Beckham. Saya bisa memberi contoh yang serupa di mana beberapa pekerja penting di perusahaan teknologi kami adalah anak muda yang haus dengan kemenangan. 

2. Rekrut, latih dan promosikan para pemuda. Mereka akan setia, akan mendaki gunung untuk Anda, dan mereka akan banyak mengambil value Anda, ucap Ferguson, yang terkenal karena menemukan dan mengembangkan pemain ketika mereka masih muda.

3. Pacu sejak dini. Ketika Ferguson mengambil alih United pada 1980-an, klub tersebut biasa saja dan terdiri dari pemain dan budaya yang salah. Butuh waktu tahunan bagi Ferguson untuk mengubahnya sesuai value yang dia miliki. Dulu, dia bilang, dia harus mengubah banyak orang secepat mungkin. Ini cukup beersangkutan untuk perusahaan teknologi ketika merekrut orang yang salah dapat memberi dampak negatif pada pertumbuhan perusahaan. 

4. Dare to rebuild teams. Berani untuk Membentuk Ulang Tim. Dia mengumpulkan lima regu league-winning berbeda selama di club dan terus memenangkan semua tropi. “Dia tidak pernah benar-benar melihat saat ini, dia selalu melihat ke masa depan,” Ryan Giggs. Dunia tidak akan berhenti dan begitu juga Anda. “Di United kami membangun tim secara efektif selama siklus empat tahun,” kenang Ferguson.

5. Jadilah terlihat. Pemipin kerap merendahkan seberapa penting kehadiran mereka, kata Ferguson. Dia mengingat seorang pemain yang mengeluh tentang kehadirannya bahkan saat sesi latihan. Totalnya, dia bilang hanya melewatkan tiga dari 1500 latihan United selama masa jabatannya – rekor yang mencengangkan. 


6. Tetapkan standar yang tinggi – dan buat semua orang bertanggung jawab.Ferguson sangat semangat dengan keinginannya untuk menanamkan value dalam setiap pemainnya. Lebih dari memberi kemampuan teknikal, dia ingin menginspirasi mereka untuk terus menjadi lebih baik dan tidak pernah menyerah – dengan kata lain, untuk menjadikan mereka sebagai pemenang. 

7. Jangan Pernah Menyerahkan Kendali. “Anda tidak boleh kehilangan kendali – tidak ketika Anda berurusan dengan 30 top profesional yang semuanya jutawan,”

8. Tetap berpikiran jernih-dalam negosiasi. Ferguson: “Sulit untuk tetap berpikiran jernih selama negosiasi dan tidak terbawa emosi. Sangat mudah untuk terbawa suasana… jika kehilangan kendali dalam disiplin maka banyak konsekuensi yang bisa muncul. Tidak hanya mendorong peningkatan harga untuk transaksi tertentu, tapi juga berdampak pada hal lain. Dalam dunia sepakbola, sama seperti bisnis lain, hal ini berarti setiap orang mengharapkan Anda untuk membayar lebih.”

9. Fokus pada hal besar. Seperti kebanyakan orang yang memperhatikan United dari jauh, saya mengasumsikan Ferguson sangat tegas dengan setiap detail pada club. Belum tentu benar, hanya terlihat seperti itu, Ferguson bilang pemimpin butuh belajar untuk mendelegasikan dan mengelola melalui orang lain. Dan dia mengingat awal pembelajaran pada seberapa berharganya bagi Ferguson untuk mundur dari sesi latihan tiap harinya dan memperhatikan dari pinggir lapangan, di mana dia bisa melihat segalanya, daripada mengambil alih lapangan dan melatih mereka sendiri. Hal tersebut, yang menjadikan Ferguson seperti sekarang.

10. Memilih value daripada talent. Ferguson terkenal dengan mengembangkan atau memilih beberapa pemain sepakbola terbaik dalam sejarah, tetapi dia bilang: “Jika saya harus memilih antara seseorang yang memiliki talenta hebat tapi tidak bergairah, dan pemain lainnya yang cukup baik tapi bertekad kuat, saya akan selalu memilih yang kedua.”
Editor’s note : Artikel berasal dari newsletter Tan Ying Lan